SINOPSIS FILM ANAK PENDERITA AUTIS

SINOPSIS FILM ANAK PENDERITA AUTIS

Saya pernah menonton film yang menceritakan tentang seorang gadis yang bernama Zen yang menderita syndrom autis. Tetapi ia pandai dalam berkelahi. Dia hidup bersama ibunya, satu-satunya orang yang benar-benar ia cintai. Sebelum zen lahir, ada seorang laki-laki yang dendam kepada ibu dan ayahnya, karena pengkhianatan yang dilakukan ibunya, akibat mencintai laki-laki yang kini menjadi suaminya. Laki-laki tersebut tidak lain adalah bos ibu zen yang mencintai ibunya.

Sewaktu ia dalam kandungan ibunya, ayahnya pergi meninggalkan dia dan ibunya karena ada urusan  pekerjaan. Ayah dan ibunya adalah seorang mavia. Selama ditinggal ayahnya, ibunya suka mengirim surat

Sewaktu lahir ibunya merawatnya dan ketika batita ibunya melihat hal yang aneh pada putrinya. Zen menjadi anak yang cenderung diam, menyendiri, lemah dalam berkomunikasi, ketertarikan yang sangat terbatas. Sehingga ia membawanya ke rumah sakit, sang dokter pun menjelaskan pada ibunya bahwa anaknya menderita autis dan harus sering berbicara dengannya.

Waktupun berlalu, ia dan ibunya didatangi oleh bos mavia dan menganiaya ibunya. Setelah kejadian itu, zen dan ibunya pindah rumah diruang lingkup daerah petinju. Selama tinggal disana zen sering melihat orang yang sedang belatih tinju. Dari situlah ia tertarik dan mencoba mengikuti gerakan-gerakan yang dilakukan petinju. Kemudian ia berlatih dan berlatih. Ia juga memiliki pendengaran yang tajam. Hal ini dikarenakan ia pernah mendengar suara benda kecil bulat terjatuh dan membuat ia tertarik akan benda tersebut. Pada saat itulah ia memiliki pendengaran yang tajam.

Ketika ia pergi bersama ibunya. Mereka berjumpa dengan seorang laki-laki yang dikeroyok oleh anak-anak. Pada saat itu, laki-laki tersebut tinggal bersama zen dan ibunya. Zen memanggilnya dengan sebutan gendut. Zen adalah anak yang suka menonton film ong bak(sejenis film yang bergenre action/bertarung). Sehingga gambaran gerakan-gerakan orang yang bertarung tersebut ia simpan dalam ingatannya.

Setelah waktu berlalu, zen menjadi anak yang terampil dalam menangkap benda dengan tepat tanpa melihat benda tersebut. Karena dilatih oleh si gendut yang awalnya tidak sengaja melempar buah kepadanya yang kemudian ia tangkap tanpa melihat. Sejak itu, ia terampil dan melakukannya dengan baik..Karena kehidupan zen menjadi sulit ketika ibunya menderita kanker. Ia dan gendut mencari uang dengan cara mempertunjukkan keterampilan zen yang mahir menangkap benda tanpa melihat. Ketika ia dan gendut mencari uang ada seseorang yang usil melempar pisau dengan sengaja hingga membuat tangan zen berdarah karena menangkap benda tersebut. hal itu membuat gendut marah. Ia meminta agar orang yang mekakukan tersebutu datang menhampirinya. Tiba-tiba orang yang melempar pisau bersama  teman-temannya  ingin mengajak bertarung. Si gendut takut dan mengajak zen untuk berlari, namun mereka terkepung. Sehingga zen pun marah dan berkelahi dengan mereka hingga terluka semenjak kejadian itu zen pandai berkelahi. Disisi lain ibu zen marah karena tindakan yang dilakukan zen dan gendut yang mencari uang dengan cara seperti itu dengan membawa zen yang memiliki penyakit.

Ketika ibu zen harus dirawat dirumah sakit, ia dan gendut pulang kerumah. Tidak sengaja gendut membuka lemari, dimana disitu terdapat buku yang berdaftar nama-nama orang yang berhutang pada ibunya. Dari situlah mereka mulai menagih uang untuk pengobatan ibunya. Selama menagih utang mereka tidak mau bayar, mereka memarahinya serta mengolok-olok mereka. Karena kesal mereka pergi dan pulang kerumah. Namun, zen tetap bersih keras untuk menagih utang karena teringat utang mereka dengan ibunya. Ia kesana sendiri, dan berbicara pada orang yang berhutang dengan nada berirama. Karena tidak diberi, bos yang punya utang menyuruh pekerjanya untuk mengusir zen dan memukulinya, hal itu membuat ia marah dan bertarung dengan pekerja hingga akhirnya orang-orang tersebut terluka. Setelah itu, ia bertarung dengan bosnya hingga tewas dan mengambil uang dari dompetnya. Kemudian hari berikutnya zen dan gendut menagih utang dengan orang yang berbeda. Disana mereka diperlakukan sama seperti sebelumnya, sehingga membuat ia dan gendut bertarung dengan pekerja dan bos yang punya hutang pada ibunya. Ia memenangkannya dan mengambil uangnya, mekipun gendut hanya sedikit membantunya. Itu mereka lakukan hal yang sama pada saat ingin menagih utang yang berikutnya. Hingga akhirnya mereka mendapatkan uang dari menagih. Uang tersebut ia bayar untuk pengobatan ibu zen. Namun, keesokan harinya gendut menagih utang sendirian, orang yang berhutang tidak dapat membayar karena belum ada uang. Ketika ia ingin pulang, ia diculik oleh suruhan bos mavia. Yang tidak disangka, ternyata orang-orang yang berhutang pada ibu zen memiliki hubungan dengan penjahat no.8 yaitu bos dari ibu zen sendiri. Sehingga penjahat tersebut ingin membunuh zen dan ibunya.

Disisi lain ayah zen ingin kembali pada ibu dan zen. Ketika sampai dan berada dijalan, ia menyuruh anak buahnya untuk pergi kerumah zen dan ibunya. Namun tidak ada orang karena zen dan ibunya pergi ke taman untuk bermain. Disisi lain Penjahat juga datang kerumah zen dan ibunya. Penjahat tersebut menunggu, yang tidak disangka penjahat tersebut ditembak dan mati oleh anak buah ayahnya. Ketika selesai menembak, anak buahya menelpon ayah zen dan mengatakan penjahat tersebut sudah dibunuh. Ketika teleponan, anak buah ayah zen tertembak dan mati oleh anak buah dari bos mavia. Karena masih berhubungan dengan telepon, ayah zen kaget karena mendengar suara tembakan. Bukan hanya itu, ayah zen kaget karena bos mavia datang kerumah zen bersama anak buahnya dan berkomunikasi melalui HP anak buahnya yang masih aktif dengan ayahnya yang tak lain adalah musuh ayah zen. Disisi lain, ibu zen menelpon bos mavia karena telah menculik gendut. Namun, diangkat oleh anak buahnya. Ketika selesai bicara ia menelpon lagi dan berbicara dengan bos mavia. Hingga akhirnya ia bersama zen bertemu dengan bos mavia. Ketika sampai disana ibu zen disandra oleh bos mavia. Zen tidak terima dan marah. Hingga akhirnya terjadinya perkelahian. Musuh pun tambah banyak, ia melakukannya sendirian. Pada saat perkelahian ada seorang laki-laki yang sangat pandai dalam bertarung. Sampai membuat zen terluka. Namun disisi lain zen mempelajari teknik gerakan lawannya dan menirunya hingga ia dapat mengalahkannya hingga tewas. Tiba-tiba ayah zen datang dan membantunya. Disisi lain, ibu zen mencoba meloloskan diri dari cengkraman bos mavia tersebut. ketika ibu zen lolos, ia membantu anak dan ayahnya. Hingga akhirnya membuat ibu zen meninggal karena menyelamatkan nyawa ayahnya yang ingin ditikam oleh bos mavia dengan menggunakan samurai. Perkelahian terus berlanjut, hingga akhirnya zen mengejar bos mavia karena telah membunuh ibunya. Namun, ada saja suruhan bos yang menghalanginya untuk mengejar bos mavia tersebut. Karena kemarahannya yang meledak, kemudian ia menghabisi suruhan bos mavia, dan berkelahi dengan bos mavia hingga tewas. Setelah itu, zen pergi meghampiri mayat ibunya yang telah tiada dan menangis. Sejak kejadian itu, ia tinggal bersama ayahnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: