Penyebab Sindom Down

May 29, 2010

Penyebab Sindom Down

1.Pada kebanyakan kasus karena kelebihan kromosom (47 kromosom, normal 46, dan kadang-kadang kelebihan kromosom tersebut berada ditempat yang tidak normal)

2.Ibu hamil setelah lewat umur (lebih dari 40 th) kemungkinan melahirkan bayi dengan Down syndrome.

3. Infeksi virus atau keadaan yang mempengaruhi susteim daya tahan tubuh selama ibu hamil.

Sumber : http://www.childcare-center.com/masalah/sindrom-down.html

Pendidikan Sindrom Down

May 29, 2010

Pendidikan Sindrom Down

a. Intervensi Dini

Program ini dapat dipakai sebagai pedoman bagi orang tua untuk memberi lingkungan yang memeadai bagi anak dengan syndrom down, bertujuan untuk latihan motorik kasar dan halus serta petunjuk agar anak mampu berbahasa. Selain itu agar anak mampu mandiri sperti berpakaian, makan, belajar, BAB/BAK, mandi, yang akan memberi anak kesempatan.

b. Taman Bermain

Misal dengan peningkatan ketrampilan motorik kasar dan halus melalui bermain dengan temannya, karena anak dapat melakukan interaksi sosial dengan temannya.

c. Pendidikan Khusus (SLB-C)

Anak akan mendapat perasaan tentang identitas personal, harga diri dan kesenangan. Selain itu mengasah perkembangan fisik, akademis dan dan kemampuan sosial, bekerja dengan baik dan menjali hubungan baik.

Sumber: http://www.childcare-center.com/masalah/sindrom-down.html

Sindrom Down

May 29, 2010

Sindrom Down

Kelainan bawaan sejak lahir yang terjadi pada 1 diantara 700 bayi. Mongolisma (Down’s Syndrome) ditandai oleh kelainan jiwa atau cacat mental mulai dari yang sedang sampai berat. Tetapi hampir semua anak yang menderita kelainan ini dapat belajar membaca dan merawat dirinya sendiri.

Sindrom Down adalah suatu kumpulan gejala akibat dari abnormalitas kromosom, biasanya kromosom 21, yang tidak berhasil memisahkan diri selama meiosis sehingga terjadi individu dengan 47 kromosom. Sindrom ini pertama kali diuraikan oleh Langdon Down pada tahun 1866.

Down Syndrom merupakan kelainan kromosom autosomal yang paling banyak terjadi pada manusia. Diperkirakan 20% anak dengan down syndrom dilahirkan oleh ibu yang berusia di atas 35 tahun. Syndrom down merupakan cacat bawaan yang disebabkan oleh adanya kelebihan kromosom x. Syndrom ini juga disebut Trisomy 21, karena 3 dari 21 kromosom menggantikan yang normal. 95% kasus syndrom down disebabkan oleh kelebihan kromosom.

Faktor-faktor yang berperan dalam terjadinya kelainan kromosom (Kejadian Non Disjunctional) adalah:

1. Genetik

Karena menurut hasil penelitian epidemiologi mengatakan adanya peningkatan resiko berulang bila dalam keluarga terdapat anak dengan syndrom down.

2. Radiasi

Ada sebagian besar penelitian bahwa sekitar 30% ibu yang melahirkan anak dengan syndrom down pernah mengalami radiasi di daerah sebelum terjadi konsepsi.

3. Infeksi Dan Kelainan Kehamilan

4. Autoimun dan Kelainan Endokrin Pada ibu

Terutama autoimun tiroid atau penyakit yang dikaitkan dengan tiroid.

5. Umur Ibu

Apabila umur ibu diatas 35 tahun diperkirakan terdapat perubahan hormonal yang dapat menyebabkan “non dijunction” pada kromosom. Perubahan endokrin seperti meningkatnya sekresi androgen, menurunnya kadar hidroepiandrosteron, menurunnya konsentrasi estradiolsistemik, perubahan konsentrasi reseptor hormon danpeningkatan kadar LH dan FSH secara tiba-tiba sebelum dan selam menopause. Selain itu kelainan kehamilan juga berpengaruh.

6. Umur Ayah

Selain itu ada faktor lain seperti gangguan intragametik, organisasi nukleolus, bahan kimia dan frekuensi koitus.

Sumber : http://www.childcare-center.com/masalah/sindrom-down.html

GEJALA ANOREKSIA

May 29, 2010

GEJALA ANOREKSIA

Banyak penderita wanita yang sangat teliti dan kompulsif, dengan standar yang sangat tinggi untuk berprestasi dan sukses.

Indikasi awal dari kecenderungan terjadinya kelainan ini adalah meningkatnya perhatian terhadap makanan dan berat badan, bahkan pada penderita yang sebelumnya sudah kurus.

Keasyikan dan kecemasan mengenai berat badan semakin meningkat, sejalan dengan semakin kurusnya badan penderita. Meskipun sudah kurus, penderita tetap merasa gemuk, menyangkal bahwa hal tersebut salah, tidak mengeluh mengenai berkurangnya nafsu makan atau berkurangnya berat badan dan biasanya menolak pengobatan. Penderita tidak berobat sampai anggota keluarganya yang lain membawanya ke dokter.

Anoreksia berarti kekurangan nafsu makan, tetapi penderita anoreksia sebenarnya lapar dan berselera terhadap makanan. Mereka mempelajari tentang makanan dan kalori; menimbun, menyembunyikan dan dengan sengaja membuang makanan; mengumpulkan resep-resep makanan dan menyiapkan makanan untuk orang lain.

Separuh dari penderita anoreksia nervosa memakan banyak makanan (binge) dan kemudian mengeluarkannya kembali dengan cara memuntahkannya atau meminum obat pencahar dan diuretika. Separuh lainnya membatasi jumlah makanan yang mereka makan.

Sebagian besar penderita melakukan olah raga yang berlebihan untuk mengendalikan berat badannya.

Berhentinya siklus menstruasi pada penderita wanita kadang terjadi sebelum turunnya berat badan yang berlebihan. Penderita pria maupun wanita bisa mengalami penurunan hasrat seksual.

Gejala lainnya yang khas adalah:

-denyut jantung lambat

-tekanan darah rendah

-suhu tubuh rendah

-pembengkakan jaringan karena penimbunan cairan (edema)

-rambut yang tipis dan lembut atau rambut tubuh dan wajah yang berlebihan.

Penderita yang menjadi sangat kurus cenderung tetap aktif, bahkan mereka mengikuti program olah raga yang berat. Tidak terdapat gejala-gejala kekurangn gizi dan yang mengherankan, mereka bebas dari infeksi. Sering terjadi depresi dan penderita seringkali berbohong mengenai jumlah makanan yang mereka makan dan menyembunyikan kebiasaan muntah serta kebiasaan makan mereka yang aneh.

Perubahan hormonal yang terjadi akibat anoreksia nervosa adalah berkurangnya kadar hormon estrogen dan tiroid, serta meningkatnya kadar hormon kortisol.

Jika penderita mengalami kekurangan gizi yang serius, maka bisa terjadi kelainan pada berbagai organ tubuh utama. Yang paling berbahaya adalah kelainan jantung serta cairan dan elektrolit (natrium, kalium, klorida). Jantung menjadi semakin lemah dan memompa lebih sedikit darah ke seluruh tubuh. Penderita bisa mengalami dehidrasi dan cenderung mengalami pingsan. Darah menjadi asam (asidosis metabolik) dan kada kalium dalam darah berkurang.
Muntah dan pemakaian obat pencahar akan semakin memperburuk keadaan ini.
Bisa terjadi kematian mendadak, yang kemungkinan disebabkan oleh irama jantung yang abnormal.

Sumber: http://medicastore.com/penyakit/70/Anoreksia_Nervosa.html

DEFINISI Anoreksia Nervosa

May 29, 2010

DEFINISI Anoreksia Nervosa

Anoreksia Nervosa adalah suatu kelainan yang ditandai dengan:

– perubahan gambaran tubuh

– ketakutan yang luar biasa akan kegemukan

– penolakan untuk mempertahankan berat badan yang normal

– hilangnya siklus menstruasi (pada wanita).
Sekitar 95% penderita adalah wanita. Kelainan ini biasanya mulai timbul pada masa remaja dan kadang pada masa dewasa.

Kelainan ini terutama menyerang orang-orang golongan sosial-ekonomi menengah ke atas.
Anoreksia nervosa bisa bersifat ringan dan sementara atau berat dan berlangsung lama.

Sumber: http://medicastore.com/penyakit/70/Anoreksia_Nervosa.html

GEJALA OBESITAS

May 29, 2010

GEJALA OBESITAS

Penimbunan lemak yang berlebihan dibawah diafragma dan di dalam dinding dada bisa menekan paru-paru, sehingga timbul gangguan pernafasan dan sesak nafas, meskipun penderita hanya melakukan aktivitas yang ringan.

Gangguan pernafasan bisa terjadi pada saat tidur dan menyebabkan terhentinya pernafasan untuk sementara waktu (tidur apneu), sehingga pada siang hari penderita sering merasa ngantuk.
Obesitas bisa menyebabkan berbagai masalah ortopedik, termasuk nyeri punggung bawah dan memperburuk osteoartritis (terutama di daerah pinggul, lutut dan pergelangan kaki).

Sering ditemukan kelainan kulit. Seseorang yang obesitas memiliki permukaan tubuh yang relatif lebih sempit dibandingkan dengan berat badannya, sehingga panas tubuh tidak dapat dibuang secara efisien dan mengeluarkan keringat yang lebih banyak.

Sering ditemukan edema (pembengkakan akibat penimbunan sejumlah cairan) di daerah tungkai dan pergelangan kaki.

Sumber: http://medicastore.com/penyakit/42/Obesitas.html

PENYEBAB OBESITAS

May 29, 2010

PENYEBAB OBESITAS

Secara ilmiah, obesitas terjadi akibat mengkonsumsi kalori lebih banyak dari yang diperlukan oleh tubuh.
Penyebab terjadinya ketidakseimbangan antara asupan dan pembakaran kalori ini masih belum jelas.

Terjadinya obesitas melibatkan beberapa faktor:

1. Faktor genetik.

Obesitas cenderung diturunkan, sehingga diduga memiliki penyebab genetik. Tetapi anggota keluarga tidak hanya berbagi gen, tetapi juga makanan dan kebiasaan gaya hidup, yang bisa mendorong terjadinya obesitas.
Seringkali sulit untuk memisahkan faktor gaya hidup dengan faktor genetik.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa rata-rata faktor genetik memberikan pengaruh sebesar 33% terhadap berat badan seseorang.

2. Faktor lingkungan.

Gen merupakan faktor yang penting dalam berbagai kasus obesitas, tetapi lingkungan seseorang juga memegang peranan yang cukup berarti. Lingkungan ini termasuk perilaku/pola gaya hidup (misalnya apa yang dimakan dan berapa kali seseorang makan serta bagaimana aktivitasnya).
Seseorang tentu saja tidak dapat mengubah pola genetiknya, tetapi dia dapat mengubah pola makan dan aktivitasnya.

3. Faktor psikis.

Apa yang ada di dalam pikiran seseorang bisa mempengaruhi kebiasaan makannya.
Banyak orang yang memberikan reaksi terhadap emosinya dengan makan.

Salah satu bentuk gangguan emosi adalah persepsi diri yang negatif. Gangguan ini merupakan masalah yang serius pada banyak wanita muda yang menderita obesitas, dan bisa menimbulkan kesadaran yang berlebihan tentang kegemukannya serta rasa tidak nyaman dalam pergaulan sosial.

Ada dua pola makan abnormal yang bisa menjadi penyebab obesitas yaitu makan dalam jumlah sangat banyak (binge) dan makan di malam hari (sindroma makan pada malam hari).
Kedua pola makan ini biasanya dipicu oleh stres dan kekecewaan. Binge mirip dengan bulimia nervosa, dimana seseorang makan dalam jumlah sangat banyak, bedanya pada binge hal ini tidak diikuti dengan memuntahkan kembali apa yang telah dimakan. Sebagai akibatnya kalori yang dikonsumsi sangat banyak.
Pada sindroma makan pada malam hari, adalah berkurangnya nafsu makan di pagi hari dan diikuti dengan makan yang berlebihan, agitasi dan insomnia pada malam hari.

4. Faktor kesehatan.

Beberapa penyakit bisa menyebabkan obesitas, diantaranya:
– Hipotiroidisme

– Sindroma Cushing

– Sindroma Prader-Willi

– Beberapa kelainan saraf yang bisa menyebabkan seseorang banyak makan.

5.  Obat-obatan

Obat-obat tertentu (misalnya steroid dan beberapa anti-depresi) bisa menyebabkan penambahan berat badan.

6. Faktor perkembangan.

Penambahan ukuran atau jumlah sel-sel lemak (atau keduanya) menyebabkan bertambahnya jumlah lemak yang disimpan dalam tubuh.

Penderita obesitas, terutama yang menjadi gemuk pada masa kanak-kanak, bisa memiliki sel lemak sampak 5 kali lebih banyak dibandingkan dengan orang yang berat badannya normal.
Jumlah sel-sel lemak tidak dapat dikurangi, karena itu penurunan berat badan hanya dapat dilakukan dengan cara mengurangi jumlah lemak di dalam setiap sel.

7. Aktivitas fisik.

Kurangnya aktivitas fisik kemungkinan merupakan salah satu penyebab utama dari meningkatnya angka kejadian obesitas di tengah masyarakat yang makmur. Orang-orang yang tidak aktif memerlukan lebih sedikit kalori. Seseorang yang cenderung mengkonsumsi makanan kaya lemak dan tidak melakukan aktivitas fisik yang seimbang, akan mengalami obesitas.

Sumber : http://medicastore.com/penyakit/42/Obesitas.html

DEFINISI Obesitas

May 29, 2010

DEFINISI Obesitas

Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan.
Setiap orang memerlukan sejumlah lemak tubuh untuk menyimpan energi, sebagai penyekat panas, penyerap guncangan dan fungsi lainnya. Rata-rata wanita memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan pria. Perbandingan yang normal antara lemak tubuh dengan berat badan adalah sekitar 25-30% pada wanita dan 18-23% pada pria. Wanita dengan lemak tubuh lebih dari 30% dan pria dengan lemak tubuh lebih dari 25% dianggap mengalami obesitas.
Seseorang yang memiliki berat badan 20% lebih tinggi dari nilai tengah kisaran berat badannya yang normal dianggap mengalami obesitas. Obesitas digolongkan menjadi 3 kelompok:

  Obesitas ringan : kelebihan berat badan 20-40%

  Obesitas sedang : kelebihan berat badan 41-100%

  Obesitas berat : kelebihan berat badan >100%. Obesitas berat ditemukan sebanyak 5% dari antara orang-orang yang gemuk.

Perhatian tidak hanya ditujukan kepada jumlah lemak yang ditimbun, tetapi juga kepada lokasi penimbunan lemak tubuh. Pola penyebaran lemak tubuh pada pria dan wanita cenderung berbeda.
Wanita cenderung menimbun lemaknya di pinggul dan bokong, sehingga memberikan gambaran seperti buah pir. Sedangkan pada pria biasanya lemak menimbun di sekitar perut, sehingga memberikan gambaran seperti buah apel. Tetapi hal tersebut bukan merupakan sesuatu yang mutlak; kadang pada beberapa pria tampak seperti buah pir dan beberapa wanita tampak seperti buah apel, terutama setelah masa menopause.

Seseorang yang lemaknya banyak tertimbun di perut mungkin akan lebih mudah mengalami berbagai masalah kesehatan yang berhubungan dengan obesitas. Mereka memiliki resiko yang lebih tinggi. Gambaran buah pir lebih baik dibandingkan dengan gambaran buah apel.

Untuk membedakan kedua gambaran tersebut, telah ditemukan suatu cara untuk menentukan apakah seseorang berbentuk seperti buah apel atau seperti buah pir, yaitu dengan menghitung rasio pinggang dengan pinggul. Pinggang diukur pada titik yang tersempit, sedangkan pinggul diukur pada titik yang terlebar; lalu ukuran pinggang dibagi dengan ukuran pinggul. Seorang wanita dengan ukuran pinggang 87,5 cm dan ukuran pinggul 115 cm, memiliki rasio pinggang-pinggul sebesar 0,76.
Wanita dengan rasio pinggang:pinggul lebih dari 0,8 atau pria dengan rasio pinggang:pinggul lebih dari 1, dikatakan berbentuk apel.
Sumber: http://medicastore.com/penyakit/42/Obesitas.html

Tanda – tanda Autisme

May 29, 2010

Tanda – tanda Autisme


*tidak bisa menguasai atau sangat lamban dalam penguasaan bahasa sehari-hari
*hanya bisa mengulang-ulang beberapa kata

*mata yang tidak jernih atau tidak bersinar

*tidak suka atau tidak bisa atau atau tidak mau melihat mata orang lain

*hanya suka akan mainannya sendiri (kebanyakan hanya satu mainan itu saja yang dia mainkan)

*serasa dia punya dunianya sendiri

*tidak suka berbicara dengan orang lain

*tidak suka atau tidak bisa menggoda orang lain

Sumber : http://id.88db.com/id/Knowledge/Knowledge_Detail.page?kid=1946

Tips Sukses Mendidik Anak ADHD di Rumah

May 29, 2010

Tips Sukses Mendidik Anak ADHD di Rumah


Mita Zoelandari

Homeschooling mungkin akan menjadi pilihan untuk si kecil berkebutuhan khusus. Terutama bagi anak berkebutuhan khusus yang sulit mengikuti program sekolah umum, atau yang memang membutuhkan belajar secara privat atau disebut juga one-on-one learning. Menurut Janie Bowman dalam bukunya Think Fast! The ADD Experience dan juga praktisi homeschooling, sebenarnya metode ini tidak asing bagi orangtua, karena saat anak berusia balita orangtualah yang menjadi gurunya di rumah. Meskipun demikian, tuntutan pada kemampuan anak semakin besar seiring dengan usia perkembangannya. Oleh sebab itu ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

Don’t Do “School at Home”

Sebaiknya Anda pikirkan kembali ide membuat metode homeschooling menyerupai kegiatan belajar mengajar di sekolah. Seperti, mengikuti struktur pelajaran, jam belajar, kurikulum dan lingkungan sekolah. Yang paling penting adalah mengoptimalkan keinginan natural anak untuk belajar. Selain itu, lakukan kegiatan belajar dengan santai serta dukung dan kembangkan minat anak.

Buat Prioritas

Setiap kemampuan yang dimiliki anak akan menjadi modal di masa depannya. Namun, Anda perlu fokus dulu pada kemampuan dasar anak seperti membaca, menulis, matematika dan kecintaan belajar atau bereksplorasi. Jangan hanya terpusat pada keinginan anak. Jika Anda kesulitan mengajari anak kemampuan dasar tersebut, Anda bisa mencari bantuan psikolog. Mungkin Anda memerlukan metode yang berbeda.

Tentukan Waktu yang Tepat

Setiap anak berkebutuhan khusus memiliki mood pada waktu tertentu yang mempengaruhi konsentrasinya. Jika sedang frustasi, anak tidak bisa belajar secara optimal sehingga terkadang terlihat anak menolak atau membangkang. Pahami situasi, bukan berarti anak sengaja bertindak kasar, namun mereka hanya takut lupa dengan apa yang dipelajari. Kendati demikian, Anda bisa menyiasatinya dengan memberikan waktu istirahat atau bercanda di sela-sela kegiatan belajar. Buat jadwal kegiatan perminggu atau perbulan. Diskusi dengan anak mengenai waktu belajar yang ideal.

Manfaatkan Hiperfokus Anak

Biasanya anak berkebutuhan khusus seringkali tidak memperhatikan waktu ketika sedang tertarik pada sesuatu (hyperfocus). Jika menurut Anda bermanfaat, biarkan seperti itu namun pastikan anak cukup tidur dan nutrisi. Anda bisa menggunakan kemampuan anak bereksplorasi dengan mengenalkan beragam konsep, misalnya membaca, matematika, kemampuan sosial, sains, geografi dan sebagainya. Misalnya, anak yang didiagnosa sindrom Asperger khususnya laki-laki sangat tertarik dengan komputer. Segera minta bantuan psikolog atau terapis jika kebiasaan ini semakin mengganggu, misalnya anak menjadi lupa waktu dan tidak mau belajar hal lain.

Keunggulan dari homeschooling untuk anak ADHD ialah anak mendapatkan metode pengajaran yang sesuai dengan kepribadiannya. Hal ini dikarenakan orangtualah yang menjadi guru anak, karena meski bagaimanapun orangtualah yang paling tahu kebutuhan si kecil. Perlu diingat meski anak belajar di rumah bukan berarti anak diperlakukan sebagai siswa.

Sumber: http://www.inspiredkidsmagazine.com/ArtikelSpecialNeeds.php?artikelID=223