Irrepressible syndrome

Irrepressible syndrome

Menunjukkan perilaku tidak sabaran, menyalahkan orang lain dan reaksi-reaksi yang tidak sesuai, anak sama skali tidak sopan. Bertingkah laku menyimpang, menolak tugasa guru, meremehkan masalah yang dihadapidan tidak mengikuti aturan kelas. Pada saat yang sama anak mungkin dapat berprestasi sesuai dengan tingkat yang diharapkan pada anak-anak seusianya. Meskipun sindroma ini sulit dipecahkan oleh guru, tetapi biasanya anak masih dapat diatur.

Hasil penelitian menunjukkan sekitar 20% anak dalam satu kelas memperlihatkan satu atau lebih tingkah laku “underachiever”, sementara 15% lainnya menunjukkan “irrepressible syndrome”.

Dikutip dari buku karangan Frieda Mangunsong dengan judul Psikologi dan Pendidikan Anak Tuna Laras

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: