ADHD PADA ORANG DEWASA

ADHD PADA ORANG DEWASA

 ADHD tidak saja mengidap pada anak-anak, sebagian besar gangguan tersebut tetap dibawa sampai dewasa. Secara umum, orang dewasa tidak menyadari adanya gangguan ADHD dalam dirinya, mereka hampir tidak merasakan adanya gangguan tersebut. Hal lainnya yang mempengaruhi kepercayaan itu bahwa dirinya beranggapan kemungkinan adanya kecemasan atau barangkali mengalami depresi. Akibatnya gangguan ADHD kadang jarang sekali terdeteksi pada orang dewasa.

Diagnosa ADHD pada orang dewasa diambil secara hati-hati oleh tenaga profesional, pengumpulan data dilakukan berdasarkan riwayat hidup berupa case history, informasi dari teman dan kampus atau ditempat kerja secara bersamaan. Tenaga profesional juga akan menlakukan serangkaian test berupa, test fisik, test psikologi atau beberapa kondisi lain seperti kemampuan belajar, kecemasan atau gangguan afeksi.

Dampak ADHD pada orang dewasa berakibat pada rendahnya pendidikan dan prestasi yang ditempah selama kuliah, tantangan pada hubungan interaksi dengan orang lain, pikiran-pikiran antisosial, dan rendahnya self esteem. Individu dengan ADHD juga rentan dalam gangguan depresi, gangguan bipolar, atau gangguan kecemasan.

Gangguan ADHD sebenarnya lebih banyak mengidap pada anak-anak, namun penelitian akhir-akhir ini menunjukkan bahwa 2-3 anak yang pernah didiagnosa mengalami gangguan ADHD pada masa kecilnya akan membawa gangguan tersebut sampai dewasa. Akan tetapi bila tidak ditemukan riwayat ADHD pada masa kanak-kanak atau individu yang tidak terdiagnosa ADHD sebelumnya, kebanyakan mereka tidak terdeteksi secara tepat, artinya kesalahan dalam diagnosa yang lebih memfokuskan pada gangguan belajar, problem pada cita-cita atau bahkan gangguan kepribadian.

Kesalahan diagnosa bisa disebakan oleh adanya pelbagai permasalahan lainnya seperti kesulitan dalam menjalin persahabatan, kontrol emosi (amarah), depresi, dan penyalahgunaan alkohol.

Oleh sebab itu tenaga profesional harus mengambil beberapa informasi akurat sebelum memutuskan diagnosa ADHD secara meyakinkan, informasi dari angota keluarga, teman dan pihak sekolah sebelumnya diperlukan untuk memperkuat diagnosa.

Artikel Psikologi | 03/2009 | Pikirdong | Psikologi

Sumber: http://www.pikirdong.org/psikologi/psi61adhd-de.php

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: