KRITERIA PEMIKIRAN POSTFORMAL

KRITERIA PEMIKIRAN POSTFORMAL

Pemikiran postformal : Tipe matang dari sebuah pemikiran yang bersandar kepada pengalaman subjektif dan intuisi serta logika, dan berguna dalam menghadapi ambiguitas, ketidakpastian, ketidakkonsistenan, kontradiksi, ketidaksempurnaan, dan kompromis.
Jan Sinnott (1984, 1998), salah seorang periset terkemuka, mengemukakan beberapa kriteria pemikiran postformal. Diantaranya :
♪    Fleksibel (shift gears). Kemampuan untuk maju dan mundur antara pemikiran abstrak dan pertimbangan praktis dan nyata (”Di atas kertas hal ini mungkin berjalan, tapi tidak di dunia nyata”).
♪    Multikausalitas, multisolusi. Kasadaran bahwa sebagaian besar masalah memiliki lebih dari satu penyebeb dan lebih dari satu solusi, dan sebagian solusi berkecenderungan lebih besar  untuk berhasil dibandingkan yang lain. (”mari kita coba dengan caramu; kalau tidak berhasil, kita bisa coba dengan cara saya”).
♪    Pragmatis. Kemampuan untuk memilih yang terbaik dari beberapa kemungkinan solusi dan menyadari kriteria pemilihan tersebut (”Jika Anda menginginkan solusi paling praktis, lakukan ini; jika Anda menginginkan solusi paling cepat, lakukan itu”).
♪    Kesadaran akan paradoks. Menyadari bahwa masalah atau solusi mengandung konflik inheren (”Melakukan hal ini akan memberikan apa yang diinginkannya, tapi akhirnya hanya akan membuatnya sedih.”).

Referensi diambil dari : Buku Psikologi Perkembangan bagian V-IX edisi kesembilan, dikarang oleh Diane E. Papalia, Sally Wendkos Old, Ruth Duskin Feldman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: